Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Sekolah Kembali Terapkan PJJ

Administrator
503 view

PEKANBARU (RJ) - Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada pada kategori tidak sehat, Senin (7/9/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat mencapai 119,3 µg/m³, sementara kondisi tersebut kembali memaksa pemerintah menghentikan sementara pembelajaran tatap muka dan menerapkan sekolah daring.

Data pemantauan BMKG Pekanbaru menunjukkan konsentrasi PM2.5 sebesar 119,3 µg/m³ tercatat pada pukul 09.00 WIB. Hingga satu jam berikutnya, kualitas udara di Pekanbaru masih berada dalam kategori tidak sehat.

"Pantauan terupdate sampai pukul 09.00 WIB pagi ini masih dalam kategori Tidak Sehat," kata Forecaster on Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir Prayuna.

Kondisi tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah di Riau masih terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski jumlah titik panas di Riau mengalami penurunan, kualitas udara di Pekanbaru belum menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 176 titik panas di Riau. Jumlah tersebut berkurang 116 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 292 titik.

Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 69 titik. Disusul Bengkalis 26 titik, Indragiri Hilir 21 titik, Dumai 20 titik, Pelalawan dan Siak masing-masing 12 titik, Kepulauan Meranti delapan titik, Kuantan Singingi empat titik, serta Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing dua titik.

Di tingkat Sumatera, total titik panas mencapai 2.395 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 1.493 titik, disusul Jambi 285 titik dan Lampung 145 titik.

Kondisi udara yang belum membaik turut berdampak pada kegiatan pendidikan di Pekanbaru. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring bagi peserta didik PAUD/TK, SD hingga SMP selama dua hari, 7-8 September 2026.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 400.3/Disdik.Sekretaris.1/3225/2026 tentang Penyesuaian Kegiatan Pembelajaran. Keputusan diambil dengan mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan peserta didik.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan pembelajaran tatap muka dihentikan sementara selama kualitas udara masih berada pada kondisi tidak sehat.

"Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Daring kembali dilaksanakan selama 2 hari tanggal 7-8 September 2026," kata Jamal, Minggu (6/9/2026).

Sekolah dan madrasah di bawah Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lainnya juga diimbau menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi kualitas udara.

Apabila kualitas udara membaik, kegiatan belajar tatap muka direncanakan kembali berlangsung pada Rabu (9/9/2026). Namun, siswa tetap diwajibkan menggunakan masker.

"Apabila kondisi udara membaik pada Rabu 9 September 2026, maka seluruh siswa dapat kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka dan diwajibkan menggunakan masker," katanya.

Sementara itu, BMKG masih memprakirakan peluang hujan ringan di sejumlah wilayah Riau pada siang hingga sore hari. Hujan berpotensi terjadi di sebagian wilayah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak dan Kepulauan Meranti.

Secara umum, kondisi cuaca Riau pada Senin ini masih didominasi udara kabur hingga berawan. Suhu udara diprakirakan berkisar 23-34 derajat Celsius dengan kelembapan 50-95 persen. BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Riau. (*)

Penulis
: Administrator