PEKANBARU (RJ) - Di tengah kondisi udara yang masih terdampak kabut asap, tenaga kesehatan (Nakes) di Riau turun langsung membagikan 4.000 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan. Aksi ini dilakukan sebagai upaya melindungi warga dari paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pembagian masker berlangsung di depan Kantor Gubernur Riau. Kegiatan tersebut melibatkan tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru bersama sejumlah organisasi profesi.
Organisasi yang terlibat di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau Zulkifli mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah bersama tenaga kesehatan terhadap masyarakat yang terdampak kondisi udara kurang sehat akibat kabut asap.
"Kami bersama nakes ingin hadir di tengah masyarakat. Pembagian masker ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga, terutama mereka yang harus tetap beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang kurang baik," ujar Zulkifli.
Menurutnya, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap dan debu saat harus beraktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, Sekretaris Diskes Pekanbaru Dedy Sambudi mengatakan seluruh tenaga kesehatan diminta mengambil peran dalam penanggulangan dampak kabut asap, sesuai arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.
Upaya penanganan, kata dia, akan terus dilakukan, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
Dedy mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara semakin memburuk. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker.
"Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. Kalau memang tidak ada keperluan, sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah. Namun bagi yang harus keluar, gunakan masker," katanya.
Ia mengatakan Dinas Kesehatan Pekanbaru bersama tenaga kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau ingin menunjukkan kepedulian serta kehadiran pemerintah di tengah persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
"Dinkes Pekanbaru dan nakes bersama Dinkes Provinsi Riau ikut turun langsung dalam kegiatan ini. Kami ingin menunjukkan bahwa nakes hadir dan peduli terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat," ujarnya.
Dedy berharap persoalan karhutla di Riau segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman.
"Kita berharap persoalan karhutla ini segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman," tutur Dedy. (*)