Kesehatan - Kesehatan

Pekanbaru Perkuat Perang Melawan Stunting, Camat dan Lurah Diminta Turun Tangan

Administrator
550 view
Wakil Wali Kota Pekanbaru Makarius Anwar.
PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegaskan komitmennya melanjutkan program penanganan stunting pada anak. Selain intervensi gizi yang terus berjalan, camat dan lurah diminta lebih aktif mengawasi serta memastikan anak-anak yang terindikasi stunting mendapatkan perhatian khusus.

Pemko Pekanbaru memastikan program penanganan stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak tetap berlanjut. Intervensi dilakukan melalui pemenuhan nutrisi bagi anak-anak yang terindikasi mengalami stunting.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, upaya intervensi gizi masih terus dijalankan karena penanganan stunting membutuhkan proses dan perhatian berkelanjutan.

"Intervensi gizi ini kita teruskan. Jadi kita minta pak camat dan pak lurah memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak stunting ini," kata Markarius Anwar.

Ia menilai penanganan stunting tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang dapat membantu pemenuhan nutrisi anak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurutnya, camat dan lurah dapat merangkul para pengusaha di wilayah masing-masing agar program CSR mereka diarahkan untuk mendukung penanganan stunting.

"Seperti beberapa waktu lalu ada dari pihak Angkasa Pura dan BRI yang memberikan bantuan untuk penanganan stunting. Nanti bisa kita arahkan ke program bapak asuh, sehingga anak-anak stunting bisa mendapatkan intervensi gizi secara rutin sampai selesai," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya telah menetapkan target ambisius agar Kota Bertuah dapat mencapai status zero stunting dalam waktu dekat.

Target tersebut disampaikan sebagai kelanjutan dari capaian Pemko Pekanbaru sepanjang 2025 yang berhasil menangani lebih dari 3.000 kasus stunting melalui berbagai program intervensi gizi terintegrasi.

Agung menegaskan penurunan angka stunting tetap menjadi prioritas utama, meskipun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tekanan.

"Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting. Ini adalah misi kemanusiaan untuk menyiapkan generasi masa depan yang tangguh," ujarnya.

Untuk mencapai target tersebut, Pemko Pekanbaru mendorong kolaborasi yang lebih luas dengan dunia usaha dan sektor swasta. Langkah ini juga menjadi solusi di tengah berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat ke kas daerah Pekanbaru yang mencapai sekitar Rp400 miliar pada tahun ini. (*)

Penulis
: Administrator