RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Minimnya minat masyarakat untuk disuntik dosis booster kedua Covid-19 karena kurangnya edukasi terkait hal tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Suherman meminta Dinas Kesehatan untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
"Ya, kalau edaran vaksin booster dosis kedua memang ada, tolong instansi terkait untuk sosialisasikan secara berjenjang mulai dari tingkat Kecamatan, Lurah, RT RW. Bila perlu libatkan kader posyandu untuk mensosialisasikan bahwa vaksin ini wajib," kata Suherman, Senin (30/1/2023).
Menurutnya, minimnya minat masyarakat yang ingin disuntik vaksin booster keempat sebagai hal yang wajar. Hal ini dikarenakan alasan yang krusial tidak ada lagi menjadi landasan masyarakat untuk mengikuti anjuran tersebut. Ditambah lagi, aturan PPKM sudah dicabut dan kini Indonesia tengah memasuki fase endemi.
"Setelah intruksi presiden dicabut, Covid-19 tidak ada lagi. Sudah bebas masker, banyak yang tidak mau lagi, ada beberapa yang mau dan ada beberapa yang tidak mau," ujarnya.
Politisi Hanura ini menilai, Dinkes Kota Pekanbaru perlu menggalakkan vaksinasi booster kedua ini secara masif supaya masyarakat bersedia disuntik.
"Saya rasa kalau tidak ada sosialisasi, ya mungkin tidak berjalan. Percuma saja, kita capek-capek nanti yang ada malah masyarakat itu tidak mau. Lakukanlah sosialisasinya ke masyarakat terkait dosis lanjutan ini," terang Suherman.