RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Setelah puluhan tahun Chevron mengelola Blok Rokan, pada 9 Agustus 2021 mendatang, Blok Rokan kembali ke tangan Indonesia, dengan Pertamina yang dipercayakan presiden untuk mengelolanya.
Ketua DPRD Riau, Yulisman meminta kepada Pertamina agar 39 persen saham di Blok Rokan yang bisa dikelola secara B to B, diprioritaskan kepada perusahaan lokal dari Riau, bukan pihak luar.
Setelah alih kelola Blok Rokan dari Chevron ke Pertamina, Pertamina memiliki saham 51 persen, Pemprov Riau dapat PI 10 persen, dan tersisa 39 persen yang bisa dikelola secara profesional oleh mekanisme B to B.
"Ada 39 persen yang bisa di B to B kan, ya tentu untuk seluruh masyarakat bisnis. Kita harap bahwa Pertamina bisa berikan atensi khusus ini yang dilibatkan pemain dari Riau bukan dari luar," kata Yulisman.
Disinggung mengenai upaya LAM Riau yang membentuk BUMA dan ingin turut serta mengelola Blok Rokan, menurut Yulisman jika memenuhi persyaratan, tak ada salahnya.
"Ya silahkan saja. Semua pihak punya kesempatan yang sama, sepanjang badan usaha itu memenuhi persyaratan silahkan saja. Semua punya hak, yang penting Riau," pungkasnya.