PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mengakselerasi program nol anak putus sekolah, dibarengi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Fokusnya tak hanya memastikan akses belajar, tetapi juga menciptakan sekolah yang nyaman dan guru yang semakin kompeten.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan program nol anak putus sekolah kini menjadi prioritas dan sudah mulai berjalan.
"Program ini kami dorong agar seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan. Anak-anak yang sempat berhenti diupayakan kembali bersekolah," ujarnya.
Selain memastikan akses pendidikan, Pemko juga berupaya menghadirkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Sekolah diharapkan menjadi "rumah kedua" bagi peserta didik, tempat mereka belajar sekaligus berkembang.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah melakukan revitalisasi dan pemeliharaan sarana prasarana sekolah secara bertahap. Di saat yang sama, peningkatan kualitas pendidikan difokuskan pada penguatan kompetensi tenaga pendidik.
Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pelatihan literasi dan numerasi bagi guru hingga pemberian beasiswa untuk meningkatkan kualifikasi pendidik dari jenjang PAUD, SD hingga SMP.
"Guru yang berkualitas menjadi kunci utama. Karena itu, peningkatan kompetensi terus kami lakukan secara berkelanjutan," jelas Tommy.
Tak hanya pada guru, perhatian juga diberikan kepada siswa. Pemko membuka ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakat, baik di bidang seni, budaya, olahraga, maupun akademik seperti olimpiade.
Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi Pekanbaru yang unggul, kreatif, dan siap bersaing di masa depan.
Sejalan dengan visi kota hijau, Disdik juga mendorong sekolah berwawasan lingkungan. Program seperti satu siswa satu polibag, pemilahan sampah, hingga penerapan sekolah Adiwiyata terus digencarkan.
"Melalui program ini, kami ingin membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Pekanbaru," ujarnya. (*)