Bupati Kampar Pimpin Apel Siaga Karhutla, Minta Seluruh Daerah Rawan Siapkan Sumber Air

Administrator
504 view

BANGKINANG KOTA (RJ) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang musim kemarau. Bupati Kampar Ahmad Yuzar memimpin langsung Apel Siaga Antisipasi dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla 2026 sekaligus menginstruksikan seluruh desa dan kelurahan di wilayah rawan untuk menyiapkan kanal serta waduk penampungan air sebagai langkah antisipasi dini.

Apel siaga yang digelar di Lapangan Pelajar Bangkinang Kota, Kamis (4/6/2026), dihadiri Wakil Bupati Kampar Misharti, unsur Forkopimda, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, TNI, Polri, perangkat daerah, dunia usaha, hingga perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa apel siaga bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi karhutla yang kerap mengancam wilayah Kampar saat musim kemarau.

“Ini merupakan bukti kesiapan dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, dunia usaha, dan masyarakat untuk bertindak cepat, tanggap, serta terkoordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Bupati mengapresiasi BPBD Kabupaten Kampar yang telah menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pencegahan maupun penanggulangan karhutla.

Menurutnya, keberhasilan mencegah kebakaran tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Yuzar menekankan sejumlah langkah strategis yang harus menjadi perhatian bersama, mulai dari penguatan sistem peringatan dini, pemetaan kawasan rawan kebakaran, kesiapan sarana dan prasarana, peningkatan koordinasi lintas sektor, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Ia juga meminta seluruh kepala desa dan lurah di daerah rawan karhutla untuk menyiapkan kanal maupun waduk penampungan air guna mendukung proses pemadaman apabila terjadi kebakaran.

Selain itu, Dinas PUPR dan Dinas Pemadam Kebakaran diminta selalu memastikan kesiapan personel, peralatan, dan armada agar dapat bergerak cepat saat dibutuhkan.

“Utamakan keselamatan petugas dan masyarakat dalam setiap penanganan bencana, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak,” pesannya.

Apel siaga ditutup dengan pengecekan personel dan peralatan penanggulangan karhutla sebagai bentuk kesiapan Kabupaten Kampar menghadapi musim kemarau tahun 2026.

“Mari kita jaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tutup Ahmad Yuzar. (*)

Penulis
: Administrator