PEKANBARU (RJ) - Kebutuhan hewan kurban di Provinsi Riau diperkirakan meningkat pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Riau memprediksi sebanyak 52.885 ekor hewan kurban akan disembelih, naik sekitar 4,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Dinas PKH Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, pada tahun sebelumnya jumlah pemotongan hewan kurban di Riau mencapai 50.463 ekor. Sementara pada Idul Adha tahun ini diprediksi meningkat menjadi 52.885 ekor.
“Prediksi kami penyembelihan hewan kurban di Riau tahun ini meningkat sekitar 4,8 persen. Hal ini terlihat dari meningkatnya permintaan hewan kurban serta kondisi ekonomi masyarakat yang mulai membaik,” kata Mimi, Senin (25/5/2026).
Berdasarkan data Dinas PKH Riau, Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah pemotongan hewan kurban tertinggi pada tahun lalu, yakni mencapai 9.435 ekor. Disusul Kabupaten Kampar sebanyak 7.641 ekor dan Bengkalis sebanyak 5.012 ekor.
Sementara daerah lainnya yakni Rokan Hulu sebanyak 4.745 ekor, Siak 3.744 ekor, Rokan Hilir 3.438 ekor, Kuantan Singingi 3.484 ekor, Indragiri Hulu 3.152 ekor, Indragiri Hilir 3.071 ekor, Pelalawan 2.752 ekor, Kota Dumai 3.267 ekor, serta Kepulauan Meranti 722 ekor.
Selain memprediksi peningkatan kebutuhan hewan kurban, Dinas PKH Riau juga mengingatkan pentingnya pengawasan kesehatan ternak sebelum disembelih.
Petugas kesehatan hewan di seluruh kabupaten/kota diminta melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di lokasi penampungan maupun tempat penjualan untuk memastikan ternak yang dipasarkan dalam kondisi sehat dan layak.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat, hewan kurban akan diberikan sertifikat kesehatan,” jelas Mimi.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang nantinya akan dikonsumsi masyarakat saat Idul Adha. (*)