Nenek 75 Tahun Lolos dari Terkaman Buaya di Sungai Kuantan, Lutut dan Tangan Terluka

Administrator
502 view

KUANSING (RJ) - Rosnidar (75), warga Desa Sungai Alah, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), nyaris menjadi korban keganasan buaya saat mencuci piring di Tepian Gudang Pulau Gobah, Ahad (1/11/2026) siang. Beruntung, buaya yang sempat menerkam lututnya itu melepaskan gigitan setelah beberapa detik.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Saat Rosnidar sedang mencuci piring di tepi sungai, seekor buaya berukuran besar tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menyambar lututnya.

Menurut penuturan Rosnidar, serangan itu berlangsung sangat cepat. Setelah menggigit lututnya selama beberapa detik, buaya tersebut melepaskan gigitan dan kembali melompat ke tengah sungai.

Meski berhasil lolos dari terkaman, Rosnidar mengalami luka sobek pada bagian lutut dan tangan kanannya. Dalam kondisi bersimbah darah, ia bergegas pulang untuk mencari pertolongan.

Keluarga kemudian membawa Rosnidar ke Klinik Azam Medika di Desa Lubuk Ambacang untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Klinik Azam Medika, dr. Cindy Claudia, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat dua luka terbuka pada tubuh korban, masing-masing di bagian kaki dan tangan kanan.

"Dua luka menganga di kaki dan tangan kanan. Total 20 jahitan. Setelah stabil, korban kami pulangkan," ujar Cindy.

Serangan tersebut kembali mengingatkan warga akan ancaman buaya di kawasan Sungai Kuantan. Sebab, Tepian Gudang Pulau Gobah ternyata bukan kali pertama menjadi lokasi serangan hewan predator tersebut.

Berdasarkan catatan warga, sebelumnya sudah tiga orang dilaporkan pernah diserang buaya di tepian yang sama, tepatnya di sekitar pancang start arena pacu jalur.

Kapolsek Hulu Kuantan, AKP Repriadi, SE, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan personel kepolisian telah mendatangi klinik untuk mendampingi korban.

Menyikapi kejadian yang kembali terulang, polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan menghindari aktivitas di titik-titik yang dikenal rawan serangan buaya.

"Di lokasi itu sudah berulang kali terjadi. Kami imbau warga lebih waspada, terutama yang masih cuci dan mandi di sungai," kata Repriadi. (*)

Penulis
: Administrator