Pemko Pekanbaru Mulai Perbaikan Instalasi Listrik Gratis di Kawasan Padat Penduduk

Administrator
502 view

PEKANBARU (RJ) -Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai bergerak memperbaiki instalasi listrik rumah warga sebagai langkah mencegah kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk.

Program tersebut diawali dengan inspeksi instalasi listrik di Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Jumat (29/5/2026). Sebanyak 100 rumah menjadi sasaran pemeriksaan tahap awal.

Kegiatan ini dipimpin Plh Asisten II Setdako Pekanbaru Zulhelmi Arifin, bersama sejumlah OPD terkait, PLN, dan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).

Menurut Zulhelmi, program tersebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, menyusul meningkatnya kasus kebakaran rumah dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami menindaklanjuti perintah bapak wali kota, karena belakangan kebakaran rumah di Pekanbaru meningkat. Sekitar 85 persen disebabkan oleh instalasi dan sambungan listrik,” ujar Zulhelmi.

Ia menjelaskan, melalui program ini tim akan memeriksa seluruh instalasi listrik rumah warga, mulai dari kabel, stopkontak, MCB, hingga sambungan listrik yang berpotensi menyebabkan korsleting.

Jika ditemukan instalasi yang membahayakan, Pemerintah Kota Pekanbaru akan menanggung biaya penggantian material bagi warga kurang mampu.

“Baik inspeksi, penggantian kabel, MCB, maupun material lainnya akan dibiayai penuh oleh Pemko untuk masyarakat kurang mampu,” jelasnya.

Sementara bagi warga mampu, biaya material ditanggung sendiri, sedangkan pemeriksaan tetap diberikan secara gratis.

Program ini diprioritaskan untuk kawasan padat penduduk yang memiliki risiko tinggi kebakaran, terutama permukiman dengan rumah berhimpitan dan akses terbatas bagi mobil pemadam kebakaran.

Selain kabel tua dan instalasi yang tidak sesuai standar, penggunaan stopkontak bertumpuk serta sambungan listrik sembarangan juga menjadi perhatian utama dalam inspeksi tersebut.

Pemko Pekanbaru berencana memperluas program ini ke lebih banyak wilayah. Bahkan, Wali Kota Pekanbaru telah menginstruksikan penganggaran agar program dapat menjangkau sekitar 2.000 rumah warga.

“Kita ingin memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat melalui langkah antisipasi ini,” tutup Zulhelmi. (*)

Penulis
: Administrator