Bisnis - Bisnis

Disdik Riau Gelar Job Fair 2026, Lulusan SMK Dapat Peluang dari 34 Perusahaan

Administrator
504 view
Kepala Disdik Riau Erisman Yahya.
PEKANBARU (RJ) - Ratusan pencari kerja memadati Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru pada pelaksanaan Job Fair 2026. Kegiatan hasil kolaborasi Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau itu menghadirkan 34 perusahaan yang membuka berbagai lowongan kerja dari beragam sektor usaha.

Job Fair 2026 di Sukaramai Trade Center (STC) Pekanbaru, ini mengusung tema “Siap Kerja, Sukses Bersama Riau Maju” tersebut berlangsung hingga 23 Mei 2026 dan menjadi wadah mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung.

Sejak hari pertama dibuka, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Ratusan pencari kerja tampak mendatangi berbagai stan perusahaan untuk mencari informasi peluang kerja, berkonsultasi, hingga menyerahkan berkas lamaran.

Sebanyak 34 perusahaan dari berbagai bidang usaha dan industri ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, membuka kesempatan kerja bagi masyarakat, terutama lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Kepala Disdik Riau Erisman Yahya mengatakan bahwa pelaksanaan job fair menjadi salah satu langkah nyata memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi peluang besar bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lebih mudah mengakses dunia kerja sesuai bidang keahlian masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, terbuka peluang kerja yang lebih luas khususnya bagi lulusan SMK. Selain itu, hubungan kemitraan antara sekolah dengan dunia industri juga semakin kuat," ujarnya.

Ia menjelaskan, job fair bukan hanya sekadar proses rekrutmen tenaga kerja, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk melihat kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Karena itu, para lulusan diharapkan terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Selain membuka peluang kerja, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara sejumlah sekolah dengan perusahaan peserta job fair.

Menurut Erisman, langkah tersebut menjadi strategi memperkuat konsep link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, lulusan SMK dapat lebih siap memasuki dunia industri," katanya.

Ia juga berpesan kepada para pencari kerja, khususnya lulusan SMK, agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan maksimal dan menunjukkan kemampuan terbaik selama proses rekrutmen berlangsung.

"Tunjukkan bahwa lulusan SMK memiliki kompetensi dan daya saing. Jangan mudah menyerah dan terus tingkatkan kemampuan diri," pesannya.

Dengan tingginya antusiasme masyarakat serta keterlibatan puluhan perusahaan, Job Fair 2026 diharapkan dapat membantu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran di Provinsi Riau. (*)

Penulis
: Administrator