RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Pekanbaru yang akhir-akhir ini tembus 755 kasus dan 2 orang meninggal dunia, membuat Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru me-warning kinerja Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kota Pekanbaru.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri menegaskan kepada Kadiskes Kota Pekanbaru agar terus melakukan sosialisasi dan berkoordinasi ke seluruh Puskesmas di Pekanbaru guna mengantisipasi bertambahnya jumlah kasus DBD.
"Dinas Kesehatan wajib turun tangan dan memerintahkan puskesmas-puskesmas agar mengurangi terus bertambah kasus DBD di Kota Pekanbaru. Kita kawal persoalan DBD ini bagaimana antisipasi yang harus dilakukan Diskes Pekanbaru," kata Aidil Amri saat dikonfirmasi wartawan di kantor DPRD Kota Pekanbaru, Selasa (22/11/2022).
Kepada masyarakat, Aidil Amri juga mengingatkan agar jika ditemukan kasus DBD, masyarakat diminta agar segera melapor kepada dinas terkait dalam hal ini puskesmas-puskesmas setempat.
"Ketika ada keluarga yang terkena kasus DBD agar segera melapor agar hal ini bisa di tindaklanjuti hingga ke fogging. Jika tidak melapor kan kita juga tidak tahu. Apalagi fongging berguna untuk mengantisipasi agar DBD tidak menyebar luas," jelas Aidil Amri.
Aidil juga menegaskan kepada Diskes terus melakukan sosialisasi penangan DBD mulai dari puskesmas-puskesmas bahkan sampai ke tingkat RT/RW dalam hal penanganan DBD.
" Artinya persoalan DBD ini akan kita pantau terus, jangan bertambah lagi kalau memang tak sanggup mundur saja karena ini untuk masyarakat," tegas Aidil Amri.