RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Dari aspirasi yang ditampung Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi Gerindra H Fathullah SH MH, saat Reses di Jalan Kampar RW 03 Kelurahan Tanjung Rhu, Kecamatan Lima Puluh terungkap ada masyarakat mempertanyakan bedah rumah yang belum terealisasi, padahal diakui Fathullah rumah yang diajukan memang tidak layak untuk dihuni lagi.
"Menjawab itu, saya pribadi InsyaAllah kalau tidak dikabul pemerintah juga, akan saya masukkan aspirasi saya untuk bedah rumah itu. Karena memang masyarakat ini sangat butuh untuk dapat tempat tinggal yang layak," ungkap Fathullah saat diwawancarai usai reses, Senin (20/03/2023).
Fathullah mengakui, kondisi masyarakat memang perlu bantuan dan perlu santunan karena mayoritas masyarakat Kota Pekanbaru masih banyak yang membutuhkan. "Makanya pemerintah harus bijak memperhatikan orang-orang seperti ini," pinta Fathullah.
Tidak hanya persoalan bedah rumah, dalam reses juga dipertanyakan bantuan yang diterima anak-anak di sekolah, ada yang tahun ini dapat dan tahun besok tidak dapat.
"Apakah memang begitu aturannya? Tapi juga disampaikan ada yang dapat terus setiap tahunnya. Ada apa disini dan kita akan pertanyakan juga kepada Kepala Sekolah. Takutnya ada bermain Kepala Sekolah seperti ini karena bantuan ini apakah wajib harus dapat setiap tahunnya atau setiap bulannya," jelas Fathullah.
Selain itu, persoalan banjir juga menjadi permasalahan warga yang belum tuntas, Fathullah menegaskan agar pemerintah dapat meninjau langsung kondisi yang dialami masyarakat.
"Pemerintah harus jeli, sering turun ke parit, tengok-tengok pas hari hujan yang mana banjir, ini pemerintah banyak mensosialisasikan untuk kampanye-kampanye," tambahnya.
"Kondisi parit hari ini semua sudah dangkal, tidak layak lagi karena parit yang ada berusia 10 tahun hingga 15 tahun tidak di gali. Tentu ada pendangkalan terhadap kondisi parit-parit tersebut. Saya minta kepada Pemerintah agar dianggarkan untuk penggalian parit, kalau membuat biaya besar. Gali parit itu supaya jangan ada kebanjiran lagi," pungkasnya.