RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru--Sebagai bentuk tanggungjawab DPRD Riau secara kelembagaan terhadap masyarakat Riau, Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto tetap menghadiri rapat pembahasan Blok Rokan dengan beberapa pihak terkait, Selasa (9/2/2021).
"Kemarin saya sempat diberi waktu menyampaikan pendapat kami walaupun tidak masuk list undangan. Saya kan pernah bilang, ini saya hadir sebagai bentuk tanggungjawab DPRD Riau secara kelembagaan terhadap masyarakat Riau," ujarnya, Rabu (10/2/2021).
Karena, dalam UU juga disebutkan bahwa unsur penyelenggara daerah adalah Pemerintah Daerah dan DPRD Riau. Makanya, sebagai bentuk pemenuhan tanggungjawab tersebut, Hardianto hadir dalam rapat,lanjutnya.
Adapun dalam rapat yang juga dihadiri Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution ini, Hardianto menyampaikan beberapa hal yang menurutnya paling penting dan menjadi keinginan masyarakat Riau secara keseluruhan.
Yang pertama, jelasnya, banyak anak-anak Riau yang saat ini bekerja di PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menunggu kejelasan terkait nasib mereka pasca peralihan Blok Rokan dari PT CPI ke Pertamina pada Agustus 2021 mendatang.
"Harus ada keterjaminan anak-anak Riau yang berkerja di Chevron bisa diakomodir bekerja di Pertamina. Disamping mereka putra daerah, kalau mereka diakomodir Pertamina, mereka tidak perlu beradaptasi banyak, artinya tinggal meneruskan pekerjaan saja, karena sebelumnya sudah bekerja disana," ungkapnya.
Yang kedua, lanjut Politisi Gerindra ini betul-betul meminta supaya Pertamina bisa memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk bisa bekerja di Blok Rokan. Karena, sangat lucu jika nantinya Riau selaku pemilik Blok Rokan, anak-anaknya banyak yang menganggur.
"Penyerapan tenaga kerja lokal di Blok Rokan harus maksimal, ini kita sangat minta komitmennya. Naudzubillah Min Dzalik, kalau anak Riau seperti ayam yang mati di lumbung padi," tegasnya. (rik)