Sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Riau, Marwan Yohanis memang sempat meminta Kuasa Hukum PT Duta Palma, Hendra Leo untuk membaca Pancasila. Hendra Leo bisa melafalkan Pancasila dengan cukup lancar, namun apa yang dilakukan PT DPN dinilai DPRD tidak mencerminkan Pancasila.

"Bukan kita menganggap merela tak hafal Pancasila, kalau hafall itu dari SD kita sudah hafal. Tapi justru kenyataan hari ini, banyak yang hafal Pancasila tapi dia tak pancasilais. Kita berharap investor di Riau ini bisa mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam usahanya," jelas Politisi Gerindra ini.
Dicontohkan Marwan, butir kedua Pancasila berbunyi 'Kemanusiaan yang Adil dan Beradab'. Artinya, ada nilai-nilai kemanusiaan yang harus dipenuhi oleh siapapun yang ada di Indonesia ini, termasuk investor.
"Ada nilai kemanusiaan. Ini jalan tempat akses jalan malah diputus untuk dibuat parit. Kalau diteliti lagi, dalam Pancasila itu muaranya pada keadilan sosial, adil tidak?" imbuhnya.
Lebih jauh, Marwan mengungkapkan, selain meminta pihak Duta Palma membaca Pancasila, Marwan juga mempertanyakan tentang pemahaman Duta Palma soal toleransi. Lagi-lagi Duta Palma bisa mengartikan apa itu toleransi dengan lancar.
"Jadi saya tanya apa itu toleransi. Katanya toleransi itu saling menghargai dan saling menghormati, artinya dia tahu tapi tidak mau mengamalkan. Kami secara personal tak perlu dihormati, tapi tolong pahami bahwa dipundak kami ini ada tugas kedaerahan dalam wadah legislatif," tutupnya.(rik)