Legislatif - Legislatif

Sigit Sayangkan RS Madani Pekanbaru Belum Punya IPAL

Berharap Selesai 100 Persen di Akhir Masa Jabatan Wako
Administrator
2.015 view

RIAUJURNAL.COM,Pekanbaru -- Sejak diresmikan penggunaan Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru pada tahun 2018 lalu, hingga saat ini masih saja dianggap jauh dari kata Rumah Sakit umumnya. Pasalnya meski RS Madani sudah BLUD sampai hari ini masih banyak Pr yang harus diselesaikan.

Selain permasalahan yang banyak itu ternyata RS sangat disayangkan sekali RS Madani Pekanbaru belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah yang semestinya. Hal ini terungkap saat dilakukannya RDP Komisi IV bersama Diskes Pekanbaru dan pihak RS Madani Pekanbaru, Senin (15/2/2021).

"Ini amat disayangkan, ternyata juga banyak IPAL Puskesmas yang belum dibangun. Ada yang sudah ada, tetapi perawatannya tidak ada. Ya akhirnya mandek. Jangan kita gembar-gemborkan RS Swasta yang IPAL-nya tidak layak. Sementara, RS atau puskesmas pemerintah sendiri malah IPAL-nya tidak ada," kata Sigit usai rapat.

Sigit juga menegaskan Rumah Sakit Madani masih jauh dari kata rumah sakit pada umumnya. Pasalnya, banyak permasalahan yang harus diselesaikan oleh RS Madani.

"Sampai sekarang, RS madani ini kan sudah BLUD. Artinya itu kan sudah bisnis, tetapi mereka belum masuk BPJS karena ada beberapa kekurangan untuk ruangan operasi yang belum ada dan ruangan ICU. Jadi, ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp34 miliar," katanya.

Politisi Demokrat ini berharap permasalahan RS Madani segera selesai sebelum masa jabatan Walikota Pekanbaru Firdaus usai 2022 mendatang.

"Sampai sekarang saja BPJS juga belum selesai. Jadi, RS Madani ini memiliki PR yang masih panjang. Nah, sebelum masa jabatan Walikota habis pada 2022, kita berharap RS Madani itu sudah 100 persen. Karena sampai saat ini masih 75 persen, itu hanya bangunannya saja dan untuk periksa-periksa saja," jelasnya.

Sigit berharap RS Madani dengan cepat berfungsi selayaknya Rumah Sakit pada umumnya dan dapat segera selesai dan dapat beroperasi melayani masyarakat.

"Jadi kita sama-sama tahu apa saja kekurangan dan permasalahan RS Madani ini. Jangan nanti RS itu dibangun puluhan miliar tetapi tidak berfungsi selayaknya RS pada umumnya. Mudah-mudahan di Tahun 2022, RS Madani ini bisa selesai," pangkasnya.

Sementara itu, menanggapi belum adanya kerjasama RS Madani dengan BPJS, Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy Saragih mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah mengupayakan melengkapi persyaratan yang diminta oleh BPJS.

"Memang kita sudah coba mengajukan kerjasama dengan BPJS, namun feed back dari BPJS menginginkan kita untuk melengkapi pelayanan yang ada di RS Madani seperti kamar operasi, ruangan ICU, NICU, PCU, dan juga ruangan rawat inap. Lalu, BPJS juga menginginkan RS Madani bukan hanya melayani pasien covid saja, tetapi juga melayani pasien umum," jelasnya.

Zaini menyebut bahwa tujuan RS Madani menetapkan BLUD ialah agar pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik untuk dirasakan oleh masyarakat dengan sistem keuangan yang dikelola sendiri dengan berbagai inovasi-inovasi.

"Dengan adanya BLUD, memang sedikit banyak RS yang memikirkan supaya pendapatannya berlebih. Karena otomatis operasional RS tidak hanya mengharapkan APBD, tetapi juga bagaimana kreasi dari RS. tersebut agar pendapatannya bisa berlebih untuk digunakan," ungkapnya.

Zaini mengungkapkan bahwa RS Madani telah mengeluarkan beberapa inovasi seiring ditetapkan RS Madani menjadi BLUD. Diantaranya layanan pengurusan jenazah, pelayanan homecare, dan pelayanan drive thru untuk rapid tes. (eza)

Editor
: rik
Sumber
: riaujurnal.com
Tag: