Dihubungi secara terpisah, internis, konsultan hematologi dan onkologi medik dr Ronald Alexander Hukom, SpPD, KHOM, MHSC, FINASIM dari RS Kanker Dharmais memberikan penjelasan senada. Ia menegaskan, konsumsi micin atau MSG (monosodium glutamate) pada makanan tak terbukti menyebabkan kanker.
Namun memang, masyarakat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi MSG dalam jumlah terlalu banyak lantaran bisa menyebabkan masalah pada saraf.
"Seperti halnya garam dan merica, penggunaan micin sebagai penyedap rasa makanan sebenarnya aman, dalam berbagai laporan studi terakhir tidak terbukti sebagai penyebab kanker," jelas dr Ronald.
"Namun, disarankan untuk tetap tidak mengonsumsi micin secara berlebihan karena dapat menimbulkan gangguan saraf seperti sakit kepala, kesemutan, dan jantung berdebar," pungkasnya.
Sc: detiknews.com