Riaujurnal.com - Tim Pengabdian Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Riau Bekerjasama dengan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang terdiri dari 5 dosen pada 3 program studi di Fisip Universitas Riau yang diketuai oleh Dr. Adianto melakukan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertempat di kantor Camat Rupat. Kegiatan tersebut di hadiri oleh Camat Rupat Bapak Hariadi, S.Sos., M.Si serta Tokoh Masyarakat perwakilan Desa Darul Aman dan Desa Hutan Panjang.
Kegiatan Focus Group Discussion ini membahas mengenai pembentukan kelompok pengerajin lidi sawit suku akit pada desa Darul Aman dan Hutan Panjang, kelompok ini nantinya akan diberikan pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah kelapa sawit khususnya pelepah kelapa sawit untuk diolah lidinya sebagai kerajinan tangan yang menghasilkan produk yang bernilai ekonomis.
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman yang menyokong perekonomian di Riau tidak terkecuali juga di wilayah Kecamatan Rupat, namun pemanfaatan lain dari kelapa sawit belum memaksimalkan pemanfataan limbahnya khususnya pelepah kelapa sawit, hal ini terlihat masih banyaknya ditemukan pelepah kelapa sawit yang dibuang dan tidak termanfaatkan, agar tidak menjadi limbah, pelepah sawit dapat diambil lidinya untuk dimanfaatkan menjadi barang yang lebih berguna, seperti misalnya kerajinan tangan berbahan dasar lidi kelapa sawit yang dapat dijadikan piring, vas bunga, cover lampu,souvenir dan berbagai macam bentuk hasil kerajinan tangan lainnya. Hal ini tak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Saat ini ada potensi besar terkait pemanfaatan lidi sawit ini, tentunya hal ini perlu dibarengi dengan pembinaan dan pelatihan yang optimal, dan perlu dukungan dari Pemerintah Daerah untuk saling bersinergi bersama sama dalam mengoptimalkan potensi tersebut, khususnya pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang berada di kawasan sekitar perkebunan, di wilayah pedalaman atau pedesaan dengan kecenderungan ekonomi masyarakat yang belum memadai.” Ungkap Dr. Adianto.

Untuk tindak lanjut dari Focus Group Discussion ini, akan dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi kelompok pengerajin yang telah terbentuk, pada minggu keempat bulan Mei.(ril)