Cuaca Panas Meningkat, BPBD Siak Siagakan 67 Kampung Rawan Karhutla

Administrator
505 view

SIAK (RJ) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca panas yang melanda wilayah Riau dalam beberapa pekan terakhir. Sebanyak 67 kampung yang memiliki hamparan lahan gambut luas kini menjadi fokus pengawasan.

Kepala Pelaksana BPBD Siak, Novendra Kasmara, mengatakan hingga saat ini Kabupaten Siak masih berstatus nihil titik api (zero firespot). Namun, masyarakat diminta tetap waspada karena lahan gambut yang mengering sangat rentan terbakar saat musim kemarau.

"Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap waspada, terutama di wilayah yang didominasi lahan gambut dan selama ini menjadi daerah rawan karhutla," kata Novendra, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data BPBD, terdapat 67 kampung di berbagai kecamatan yang masuk kategori rawan karhutla. Karena itu, upaya pencegahan terus diperkuat melalui patroli lapangan, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat.

Novendra menyebutkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi kebakaran lahan di Kecamatan Kandis. Namun berkat koordinasi cepat antara pemerintah, petugas, dan masyarakat, api berhasil dikendalikan sebelum meluas.

"Alhamdulillah saat ini tidak ada titik api. Pengalaman di Kandis menjadi pengingat bahwa kewaspadaan harus terus dijaga," ujarnya.

BPBD juga meminta pemerintah kampung dan kecamatan aktif melakukan patroli serta mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan ketika kebakaran sudah meluas.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api, sekecil apa pun, kepada aparat setempat atau melalui layanan darurat 112 milik Pemerintah Kabupaten Siak.

Sementara itu, BMKG Pekanbaru mencatat suhu udara di Riau saat ini berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Kondisi cuaca panas dan minim hujan tersebut meningkatkan risiko kekeringan lahan gambut yang dapat memicu kebakaran.

Karena itu, BPBD menilai sinergi antara petugas dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menjaga Siak tetap bebas dari karhutla selama musim kemarau berlangsung. (*)

Penulis
: Administrator