RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru kini telah memiliki ketua baru setelah Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau menunjuk karteker atau seseorang yang ditunjuk. Namun LAM Riau tidak memberi wewenang kepada ketua baru untuk membentuk kepengurusan.
Tokoh Masyarakat Pekanbaru H Fatullah MH mengatakan, hal ini tentu tidak elok. Menurutnya, seharusnya LAM Riau menyerahkan kuasa pada ketua yang telah ditunjuk untuk mencari pengurusnya.
"Kita tidak membenarkan Ketua LAM membentuk karteker untuk pembentukan kepengurusan LAM Pekanbaru. Bila ketua telah ditunjuk, biarkan ketua mencari sekretaris, bendahara dan pengurusnya di bawah. Jangan LAM Provinsi untuk mengintervensi lagi," tegas H Fatullah.
Fatullah yang juga Anggota DPRD Kota Pekanbaru menilai LAM Riau masih juga ikut mengatur kepengurusan LAM Pekanbaru untuk mengadakan Musda. Bila telah dibentuk, baiknya serahkan wewenang kepada ketua yang telah ditunjuk agar bekerja.
"Kita minta kepada LAM Provinsi, kasihlah kepercayaan kepada orang yang telah ditunjuk untuk melaksanakan Musdalub," jelas Fatullah.