PEKANBARU (RJ) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggandeng sejumlah perusahaan swasta dan BUMN untuk mempercepat perbaikan ruas jalan Simpang Minas - Simpang Pemda - Simpang Tualang Timur. Melalui kolaborasi ini, pengerjaan jalan rusak akan dilakukan secara bertahap mulai Juni hingga Oktober 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau Zulfahmi menjelaskan, kerja sama tersebut telah resmi ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemprov Riau dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Arara Abadi.
"Penandatanganan kerja sama sudah dilakukan pekan lalu. Ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi dalam percepatan peningkatan infrastruktur jalan di Riau," kata Zulfahmi, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan infrastruktur merupakan bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas barang maupun orang.
Berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat, pekerjaan perbaikan jalan dibagi dalam beberapa segmen.
Segmen pertama sepanjang STA 00+100 hingga STA 01+100 akan dikerjakan oleh Pemprov Riau menggunakan anggaran APBD 2026. Pekerjaan di ruas ini dijadwalkan mulai berjalan pada pekan kedua Juni 2026.
Selanjutnya, ruas STA 01+100 hingga STA 01+600 akan ditangani oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dengan target pelaksanaan pada Juli 2026.
Sementara segmen STA 01+600 hingga STA 02+100 akan dikerjakan oleh PT Arara Abadi dan dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Selain menggandeng PHR dan Arara Abadi, Pemprov Riau juga membuka peluang kerja sama dengan pihak lain yang beroperasi di kawasan tersebut, termasuk PT Pelindo dan perusahaan-perusahaan kelapa sawit.
Zulfahmi berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha ini dapat mempercepat perbaikan jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
"Melalui kerja sama ini, kita ingin menghadirkan akses jalan yang lebih aman, nyaman, dan mampu menunjang aktivitas masyarakat serta dunia usaha," tutupnya. (*)