PEKANBARU (RJ) - Perang melawan narkoba mulai digencarkan di Kota Pekanbaru. Polresta Pekanbaru bersama Pemerintah Kota (Pemko) meresmikan tiga Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di tengah masyarakat.
Peresmian dipusatkan di Gang Hiu II, Jalan Pesisir, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai, Sabtu (9/5/2026). Kawasan tersebut dikenal sebagai Kampung Terendam dan menjadi simbol dimulainya gerakan perang terhadap narkoba di lingkungan masyarakat.
Kapolresta Pekanbaru Muharman Arta mengatakan, tiga kawasan yang ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba, yakni Kampung Terendam di Kecamatan Rumbai, Kampung Dalam di Kecamatan Senapelan, serta permukiman di Jalan Pangeran Hidayat, Kecamatan Pekanbaru Kota.
Menurutnya, setelah peresmian dilakukan, kepolisian akan menggencarkan berbagai kegiatan pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga penegakan hukum terhadap pelaku peredaran narkotika.
"Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya perang terhadap narkoba, khususnya di Kampung Terendam," ujarnya.
Muharman menegaskan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Dalam kegiatan itu, Polresta Pekanbaru juga mengukuhkan enam generasi muda sebagai Duta Anti Narkoba Kota Pekanbaru.
"Para duta yang berasal dari kalangan Generasi Z diharapkan mampu membantu mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkoba," jelasnya.
Selain peresmian, seluruh unsur yang hadir turut mendeklarasikan penolakan terhadap narkoba sebagai bentuk komitmen bersama memerangi peredaran narkotika.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, mengapresiasi langkah kepolisian dalam memberantas narkoba yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat merusak kualitas sumber daya manusia dan berdampak besar terhadap kehidupan sosial maupun produktivitas masyarakat.
"Orang yang sudah terpapar narkoba biasanya kehilangan kontrol diri, motivasi kerja menurun, dan mudah terpengaruh hal-hal negatif," katanya. (*)