"Kita harus jelas dulu nih, kita bicara mau meningkatkan Pendapatan Asi Daerah (PAD) atau person (pribadi). Okelah kalau BUMA yang dimajukan, apakah Pemda Riau punya saham atau tidak disana? Kalau punya saham berarti ada PAD, tapi kalau Pemda tak punya saham, saya tak tahu caranya BUMA bisa memberi kontribusi ke daerah," ujarnya, Senin (15/2/2021).
Ketika disinggung bahwa BUMA ini murni swasta, Husaimi menegaskan, itu artinya tidak ada profit yang akan didapatkan oleh daerah, dan sama saja keberadaan BUMA ini tidak bisa dirasakan untuk masyarakat Riau secara keseluruhan.
"Kalau kerjasama swasta, LAM dapat apa? Riau dapat apa? Ini harus dijelaskan dulu, supaya masyarakat tidak berpersepsi macam-macam," sambungnya.
Setelah itu, pro-kontra bermunculan dan para tokoh mulai berkomentar terkait Blok Rokan ini. Sehingga, membuat masyarakat kebingungan karena informasi yang simpang siur. (rik)