Otomotif

Cara Cek Bearing Roda Belakang Mobil Rusak dan Bahayanya

Administrator
1.262 view

RIAUJURNAL.COM - Ada banyak cara cek bearing roda belakang mobil yang dapat dengan mudah untuk dilakukan agar dapat menjaga kendaraan tetap nyaman dan aman saat dioperasikan.

Hal ini menjadi penting untuk diingat karena bearing roda belakang mobil berada pada posisi yang cukup sulit jika dilakukan pemeriksaan.

Ditambah, kerusakan yang terjadi pada bearing roda juga seringkali tidak dapat dihindari karena usia mobil yang sudah semakin lawas. Akan tetapi walaupun terdengar sulit, kamu tetap dapat melakukan cek bearing roda belakang mobil secara mudah.

Cara cek bearing roda belakang mobil

Umumnya dalam pemeriksaan bearing roda belakang mobil yang rusak, dibutuhkan kepekaan dan usaha lebih untuk mendapatkan hasilnya.

Tingkat kepekaan ini akan sangat terasa saat mengetahui salah satu tanda bearing roda belakang mobil rusak yaitu terdengar suara dengung yang mengganggu pada bagian roda.

Bunyi ini kerap kali terjadi karena komponen pada bagian bearing roda sudah oblak dan tidak presisi sehingga saat mulai berputar akan menghasilkan suara dengung.

Tetapi jangan khawatir, berikut adalah beberapa cara cek bearing roda belakang mobil dengan mudah dan dapat dilakukan di rumah, diantaranya adalah:

1. Cek setelah mendengar suara dengung pada bagian roda

Sesuai dengan yang telah disebutkan di atas, cara cek bearing roda belakang mobil paling mudah adalah dengan mengenali adanya suara dengung pada bagian roda.

Cara seperti ini dinilai cukup efektif karena suara tersebut diakibatkan oleh adanya kerusakan pada bagian bearing roda yang akan terdengar semakin besar sejalan dengan mobil melaju lebih cepat.

Kerusakan ini dapat dideteksi dengan lebih mudah karena suaranya akan sangat terdengar pada bagian kabin depan mobil.


2. Cek bearing roda belakang mobil menggunakan dongkrak

Cara cek bearing roda belakang mobil kedua yang dapat kamu lakukan yaitu adalah dengan menggunakan dongkrak untuk mengangkat mobil.

Apabila mobil telah di dongkrak, selanjutnya yang perlu dilakukan adalah memutar roda dan coba pegang bagian shock breakernya.

Kemudian, kamu dapat mengetahui adanya kerusakan pada bearing roda belakang mobil dengan merasakan apakah terjadi getaran pada bagian shock breaker. Jika terjadi getaran maka sudah dipastikan komponen bearing itu sudah mengalami kerusakan.

Selain itu, kamu juga dapat memegang bagian atas dan bawah roda dengan masing-masing tangan dan coba goyangkan roda itu apakah terasa oblak atau tidak.

Jika terasa oblak, maka hal tersebut sudah masuk ke dalam tanda bearing roda belakang mobil rusak.

3. Mengamati permukaan ban mobil

Terakhir, cara cek bearing roda belakang mobil lainnya adalah dapat dengan mengamati langsung bagian permukaan mobil untuk mengetahui apakah telah terjadi aus atau tidak.

Sebab, resko ini sangat mudah untuk terjadi mengingat roda mobil selalu bergesekan dengan tanah setiap waktu.

Akan tetapi jika ternyata setelah pengecekan aus pada mobil dinilai tidak merata, maka tentu akan menjadi masalah jika tidak segera diganti.

Tanda bearing roda belakang mobil rusak

Setelah mengetahui cara cek bearing roda belakang mobil, sebenarnya ada beberapa tanda yang dapat menjadi indikasi bahwa telah terjadi kerusakan pada komponen tersebut.

Beberapa tanda bearing roda belakang mobil rusak yang paling mudah untuk dikenali sehingga dapat segera melakukan perawatan dan perbaikan ini antara lain adalah:

- Muncul bunyi dengung atau gemuruh keras pada bagian roda.

- Roda terasa goyang dan oblak saat dikendarai.

- Permukaan ban mengalami aus.

- Velg yang mengalami peningkatan suhu panas.

- Cara mengganti bearing roda belakang mobil

Jika sudah terlanjur terjadi kerusakan kamu tidak perlu panik, sebab ada beberapa cara mengganti bearing roda belakang mobil yang cukup mudah untuk dilakukan, diantaranya adalah:

- Siapkan alat-alat untuk memudahkanmu saat mengganti bearing roda belakang mobil seperti dongkrak, kunci roda, kunci sok, bearing roda yang baru, gerinda, treker, serta pipa besi dan palu.

- Tempatkan mobil pada permukaan tanah yang rata, lalu kamu dapat mendongkrak bagian belakang kendaraan.

- Lepaskan baut, roda dan juga bagian tromol menggunakan kunci sok.

- Lepaskan juga kaliper rem dan cakram tromol lalu buka mur as roda dengan kunci soket 20.

- Buka juga bagian 6 buah baut as roda yang dekat dengan gardan dengan kunci socket E12.

- Jika sudah terlepas semuanya, turunkan nepel roda dengan mengendurkan knalpot dan link stabil di bagian belakang terlebih dahulu.

- Nepel as roda dapat dikeluarkan dengan menggunakan tracker ataupun secara manual dengan memukulnya.

- Apabila nepel sudah keluar dari bagian bearing, buka komponen nap ring dan masukkan roda bearing yang baru pada bagian yang sudah kosong tersebut.

Memang, mengganti bearing roda belakang mobil secara mandiri akan menghemat biaya yang jauh lebih besar. Namun, waktu yang dibutuhkan cukup panjang serta keahlian agar benar-benar tidak menimbulkan kerusakan pada komponen lainnya.

Jika dirasa tidak mampu, maka alangkah lebih baik untuk langsung membawa mobil ke bengkel langganan untuk ditangani secara profesional oleh para ahlinya yang lebih berpengalaman.

Sc: lifepal

Editor
: Rj1
Tag: