Pendidikan - Pendidikan

Sekda Riau Tekankan Enam Nilai Utama untuk Santri

Administrator
503 view
Peringatan Hari Santri Nasional di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026).

DUMAI (RJ) - Santri diharapkan tidak hanya unggul dalam ilmu agama dan pengetahuan, tetapi juga mampu menunjukkan akhlak mulia, menjaga persatuan, serta mengabdi kepada masyarakat. Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Kamis (22/10/2026).

Dalam amanatnya, Syahrial menegaskan ada enam nilai yang harus senantiasa tertanam dalam diri setiap santri, yakni iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Enam nilai harus hidup di hati santri, yaitu iman, ilmu, amal, akhlak, persatuan, dan perjuangan,” tegas Syahrial.

Ia menjelaskan, ilmu merupakan jalan menuju kemajuan, sedangkan amal menjadi wujud nyata dari ilmu yang telah dipelajari. Adapun akhlak mencerminkan kemuliaan pribadi yang perlu dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

Syahrial mengingatkan bahwa ilmu tanpa amal tidak akan memberikan manfaat berarti bagi masyarakat. Begitu pula kemajuan tanpa persatuan tidak akan cukup kuat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurutnya, lingkungan pesantren telah membekali santri dengan nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta sikap saling menghormati. Nilai-nilai tersebut diharapkan membentuk generasi berintegritas dan berkarakter kuat yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Ia berharap semakin banyak santri di Provinsi Riau yang tampil sebagai bagian dari perubahan dan membawa kemajuan bagi masyarakat. Kebanggaan menjadi santri, katanya, perlu dibuktikan melalui karya, pengabdian, dan prestasi yang bermanfaat.

Selain itu, Syahrial berpesan agar para santri tetap rendah hati, menghormati guru dan orang tua, serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Persaudaraan dan semangat kebersamaan juga harus terus dijaga di tengah keberagaman.

Ia menambahkan, keluasan wawasan, kedalaman ilmu, dan kekayaan pengalaman semestinya membuat seseorang semakin bijaksana dalam bersikap. Santri diharapkan tidak mudah menyalahkan orang lain, melainkan mengedepankan sikap saling menghargai dan mencari solusi ketika menghadapi persoalan.

“Jika dalam wawasannya, luas pengetahuannya, kaya pengalamannya, pasti sedikit menyalahkan orang lain,” tuturnya. (*)

Penulis
: Administrator