RIAUJURNAL.COM, Teluk Kuantan -- Kawasan pasar mangkrak Teluk Kuantan, tepatnya di pelataran rumah toko (ruko) terlihat tumpukan sampah yang hampir sepekan belum diangkut. Hal ini membuat warga sekitar dan pengunjung resah, disebabkan sampah tersebut mulai mengeluarkan aroma busuk.
Salah seorang warga bernama Erwin, mengatakan tumpukan sampah ini sudah menimbulkan bau tak sedap, namun masyarakat tetap membayar rutin biaya retribusi bulanan sampah tersebut ke Pemkab Kuansing.
"Sudah tiga hari sampah ini tidak di jemput atau diangkut mobil kebersihan, biasanya setiap pagi sampah-sampah ini diangkut dengan mobil kebersihan Pemda Kuansing, namun beberapa hari ini petugas yang mengangkut sampah tidak kelihatan" kata Erwin, salah seorang pemilik usaha di pasar mangkrak Teluk Kuantan kepada Riaujurnal.com, Ahad (4/4/2021).
Lebih lanjut dikatakan Erwin, hal ini tidak ada konfirmasi dari pihak kebersihan terkait kendala tumpukan sampah tersebut, ia dan pedagang atau pengguna jasa kebersihan lainnya selalu membayar tagihan retribusi setiap bulan.
"Tak tau mengapa sudah tiga hari belum dijemput, padahal kami selalu membayar rutin retribusi sampah ini sebesar Rp 48.000 perbulannya," ujarnya.
Erwin berharap agar Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Pemkab Kuansing) dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk segera mengatasi permasalahan tersebut.
"Semoga sampah-sampah ini cepat diangkut oleh petugas kebersihan, karena ini berada di depan tempat-tempat usaha seperti kedai kopi, sarapan pagi dan lain sebagainya, " tutup Erwin. (HW)