RIAUJURNAL.COM, Kuansing - Tidak berselang lama setelah diberitakan media online Riaujurnal.com, inisial AB alias Raja Tambang Ilegal Kuansing langsung mengeluarkan alat berat jenis escavator merk Caterpillar warna kuning dari lokasi yang berada di Dusun Koto, Desa Koto Kombu Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat setempat, bahwa alat berat itu dikeluarkan pada tengah malam sekira jam 02.30 WIB.
"Hingar bingar alat berat keluar sempat mengganggu waktu istirahat kami karena lantang terdengar ke pemukiman warga," kesal salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya (04/12/2022).
Untuk diketahui, masyarakat Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) resah dengan hingar bingar suara mobil pengangkut material dan suara mesin tembak karena adanya aktivitas tambang emas ilegal di daerah tersebut.
Dari informasi yang diberikan oleh warga setempat kepada Riaujurnal.com, bahwa aktivitas tambang emas tersebut telah berlangsung selama satu minggu di Dusun Koto. Bahkan, aktivitas penambangan tersebut dilakukan dengan menggunakan alat berat untuk mengeruk tanah dan bongkahan-bongkahan batu.
Parahnya lagi, sejak aktivitas itu dilakukan, rumah warga yang tidak jauh dari lokasi tersebut mengalami longsor.
Salah seoarang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya menuturkan, aktivitas tambang emas ilegal tersebut melibatkan oknum pengusaha yang selama ini melakukan aktivitas tambang ilegal di berbagai desa yang ada di Kuansing berinisial AB, warga Muara Lembu Kecamatan Singingi.
"Sebenarnya warga sangat resah dengan aktivitas itu, apalagi beberapa hari yang lalu rumah warga yang tidak jauh dari lokasi itu mengalami longsor," jelas salah seorang warga setempat, Sabtu (03/12/2022).
Namun kata dia, aktivitas tambang ini termasuk nekat beroperasi, selain dekat dengan pemukimam warga, aktivitasnya dilakukan siang dan malam hari.
"Kami berharap tambang emas ilegal tersebut dapat dihentikan serta pemodalnya segera ditangkap pihak yang berwajib," harapnya.