Dakwah - Dakwah

Resep Manjur untuk Sembuh dari Penyakit Was-Was (Bag. 1)

Administrator
13.651 view

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan selainnya, dari Abu Hurairah dan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhum, beliau berkata,

“Datanglah sekelompok sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mereka bertanya kepada beliau, ‘Sesungguhnya kami mendapatkan pada diri kami sesuatu yang kami berat mengatakannya.’”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apakah kalian benar-benar mendapatkan hal itu pada diri kalian?”

Mereka menjawab, “Iya.”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Rasa berat mengucapkan itu menunjukkan iman yang murni.”

Para ulama menjelaskan bahwa apa yang dirasakan oleh sekolompok sahabat Radhiyallahu ‘anhum tersebut adalah berupa was-was setan dalam hati yang mereka benci dan berat mengucapkannya itu. Misalnya, “Siapakah yang menciptakan Allah?” atau “Allah terbuat dari apa?” serta pikiran dan lintasan batin buruk yang semisal.

Dan rasa membenci was-was setan dalam hati dan rasa berat mengucapkan itu menunjukkan mereka takut terjatuh ke dalam hal yang buruk tersebut. Dengan demikian, dia tidak meyakini dan tidak membenarkan sesuatu yang buruk tersebut. Ini menunjukkan adanya iman yang murni pada diri mereka Radhiyallahu ‘anhum yang menghalangi mereka dari mengucapkan, membenarkan, dan meyakininya.

Kesimpulan dari hadis pertama

Lintasan buruk dalam hati penderita was-was tidak perlu digubris karena itu was-was dari setan dan tidak membahayakan iman, selama dia tidak rida. Hal itu ditunjukkan dengan perasaan resah hati dan berat untuk mengucapkannya. Bahkan kebencian dari hatinya dan rasa berat mengucapkannya itu adalah tanda keimanan yang murni.

Hal ini menunjukkan was-was setan dalam hati itu tidak menyebabkan penderitanya berdosa, tidak menyebabkannya di azab, dan tidak menyebabkan dirinya terhalangi dari masuk surga serta tidak menyebabkan masuk neraka.

Dengan demikian, sangat tidak benar perasaan penderita was-was bahwa dirinya kafir murtad dengan sebab was-was setan dalam hatinya. Itu hanyalah tipu daya setan, dan tipu daya setan itu hakikatnya sangat lemah.

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah” (QS. An-Nisa’: 76).

[Bersambung]

* * *

Penulis: Sa’id Abu Ukasyah

Artikel Asli: muslim.or.id

Editor
: rik
Tag: