RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru meminta pihak sekolah menyiapkan tiga tim serta para guru hendaknya menjadi contoh yang baik bagi siswa dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas digelar.
Hal itu dikatakan Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain, Senin (13/9), mengingat PTM Terbatas sudah mulai diterapkan oleh semua sekolah di Kota Pekanbaru.
"Protokol Kesehatan (Prokes) jelas ya. Selain itu penyelenggara pendidikan juga harus memenuhi aturan yang diberlakukan," terang Zulkarnain.
Maka dari itu, Zulkarnain mengutarakan agar penyelenggara pendidikan memiliki setidaknya tiga tim dalam pelaksanaan PTM Terbatas ini.
Yakni, Tim Kesehatan, Tim Keamanan serta Tim Kebersihan. Apabila ketiga tim ini disediakan penyelenggara pendidikan, diyakinkan dapat berjalan dengan baik.
Selain itu, keberadaan ketiga tim itu dinilai dapat mengawasi dan meminimalisir terjadinya penyebaran virus corona terhadap anak-anak sekolah.
"Pihak sekolah diharapkan juga menyiapkan tim, pertama Tim Kesehatan dimana siswa yang datang itu diukur suhunya dan diarahkan untuk mencuci tangan sebelum masuk ke pekarangan sekolah," jelasnya.
Lalu kedua, sambungnya, penyelenggara pendidikan menyiapkan Tim Keamanan, dimana bertugas mengawasi aktifitas antar jemput siswa, mengawasi kehadiran orang tua yang mengantarkan.
Tim ketiga, tambahnya, yakni Tim Kebersihan, dimana bertugas memastikan siswa yang masuk ke sekolah telah mengikuti protokol kesehatan.
Selain tiga tim yang disarankannya itu, Zulkarnain juga meminta ada baiknya para tenaga pendidik menjadi contoh yang baik bagi siswa.
"Para guru memberikan contoh yang baik kepada anak, mempraktikkan bagaimana menerapkan prokes saat PTM Terbatas ini," singkatnya.