RIAUJURNAL.COM,- Pekanbaru -- Banyaknya keluhan masyarakat yang masuk ke DPRD Kota Pekanbaru yang minta bagaimana cara memulihkan ekonomi pada masa Pandemi Covid 19. Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ginda Burnama menggandeng anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru Nurul Ikhsan sama-sama dari fraksi Gerindra membuat terobosan baru satu tujuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat melalui wadah Rumah UMKM yang disediakan untuk masyarakat Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru yang resmi dibuka Kamis (01/04/2021) sore.

Rumah UMKM untuk pemulihan ekonomi masyarakat ini di buka langsung oleh pimpinannya Nurul Ikhsan dan Ginda Burnama yang diberi nama Rumah UMKM Gerindra (RUG).
"Alhamdulillah, persiapan kita di lokasi sudah memadai. Meski belum rampung semuanya, namun masyarakat yang sudah punya stand, bisa langsung jualan," kata Nurul Ikhsan.
Nurul Ikhsan juga mengatkan Rumah UMKM RUG ini di tahap pertama menyediakan 110 stand. Dari jumlah tersebut, sampai soft opening sudah terisi sekitar 97 stand. Sisanya masih kosong.
"Format kita awal ini, warga yang mengisi stand gratis. Namun ada kewajiban pemakai stand, untuk membayar uang listrik, kebersihan/keamanan dan gudang tempat penyimpanan barang sebesar Rp 750 ribu perbulannya. Ini berlaku untuk satu bulan, dan ini promonya hingga tiga bulan ke depan. Setelah itu kita evaluasi," paparnya.
Khusus selama Bulan Ramadhan yang tinggal hitungan hari lagi, Nurul juga menjelaskan rumah UMKM RUG hanya buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga usai Magrib. Setelah itu tutup hingga selesai Sholat Tarawih. Selanjutnya dibuka lagi hingga tengah malam.
"Jadi selama malam bulan Ramadhan kita memberikan waktu kepada pedagang untuk melakukan ibadahnya. Mulai Sholat Isya dan Tarawih kita tutup. Usai Tarawih kita buka lagi sampai tengah malam. Tentunya masyarakat di minta tetap mematuhi protokol kesehatan," jelas Nurul.
Hal yang sama juga disampaikan Ginda Burnama ST, yang juga Wakil Ketua DPRD Pekanbaru. Rumah UMKM ini buka sudah melengkapi perizinan yang diwajibkan. Termasuk halnya izin dari Satgas Covid-19, menyediakan tempat cuci tangan di lokasi, sarana parkir, serta izin lainnya.

"Jadi intinya, masyarakat yang berkunjung ke sana, wajib mematuhi protokol kesehatan. Karena kita juga dievaluasi. Untuk kita tahu bersama, di rumah UMKM ini menjual makanan, minuman dan barang lainnya. Yang jelas, semuanya halal dan tidak ada minuman beralkohol," kata Ginda.
Latar belakang didirikan Rumah UMKM RUG ini, karena banyak keluhan warga yang masuk ke DPRD Pekanbaru, termasuk saat reses, terpuruknya ekonomi di masa pandemi ini. Bahkan, keluhan tempat usaha juga menjadi persoalan bagi pelaku UMKM, sehingga terjadi penurunan omset, sehingga gulung tikar.
"Ini lah motivasi kami mendirikan Rumah UMKM ini, untuk menggeliatkan lagi ekonomi warga, yang saat ini dalam kesulitan. Mudah-mudahan ini menjadi solusi yang tepat," harap Ginda. (eza)