Legislatif - Legislatif

Marak Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius Pada Anak, Karmila Sari Minta BPOM Lebih Teliti

Administrator
1.195 view
Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Dr. Hj. Karmila Sari

RIAUJURNAL.COM, Pekanbaru - Maraknya kasus gagal ginjal akut misterius terhadap anak kian meningkat, hal ini mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Dr. Karmila Sari, yang membidangi masalah kesehatan.

"Kasus 99 anak meninggal akibat obat sirup yang diduga mengandung cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) menjadi pelajaran besar kita semua terutama untuk BPOM lebih teliti dan detail untuk setiap obat-obatan yang beredar di pasaran," ujarnya, Kamis (20/10).

Selain itu, lanjut Karmila, ditemukan 5 (lima) produk dengan EG berbahaya atau di atas batas aman ini harus membuat BPOM mengubah sistem dalam pengecekan detail komposisi.

"EG dan DEG merupakan bahan pelarut untuk obat sirup. Anak-anak disarankan untuk minum obat dalam bentuk puyer sampai kasus ini jelas. Penarikan obat-obat sirup segera dengan komposisi EG dan DEG adalah tindakan tepat. Tapi BPOM juga harus bekerjasama dengan pihak terkait untuk memastikan dan memberikan sanksi untuk apotik dan toko obat yg masih menjualnya," tambahnya.

Legislator Riau asal daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Rokan Hilir ini menghimbau kepada orang tua agar bijak dan kreatif serta konsultasi kepada dokter dalam pemberian obat kepada anak-anak.

"Untuk orang tua agar stop dulu pemakaian obat sirup. Pengganti dalam bentuk puyer lebih cocok karena harus konsultasi dengan dokter. Walaupun agak pahit, kreatifitas orang tua dalam pemberian obat puyer juga diperlukan. Mengingat sekarang musim hujan dan tingkat DBD juga sudah mulai naik,"ungkapnya.

Karmila juga menegaskan supaya kasus komposisi obat ini harus diteliti tuntas. "Dimana penyebab sebenarnya, apakah karena kelalaian atau lain hal yang menjadi sorotan untuk stakeholder agar bertanggungjawab atas kasus ini dan tidak terjadi lagi di kemudian hari," pungkasnya.

Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menemukan ratusan kasus gagal ginjal anak di 20 provinsi. Kini, seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara diminta tidak menjual bebas obat dalam bentuk sirup kepada masyarakat.

Temuan kasus terbanyak oleh IDAI terjadi di DKI Jakarta dengan 50 kasus, kemudian Jawa Barat dan Jawa Timur masing-masing 24 kasus, Sumatera Barat 21 kasus, Aceh 18 kasus, dan Bali 17 kasus.

Penulis
: Erik
Tag: