Kumpai mengisahkan bahwa Desa Seberang Cengar memiliki kenangan buruk ketika berhadapan dengan perusahaan, nyawa pernah jadi taruhan. Dikatakannya bahwa kebiasaan perusahaan jika berjanji suaranya lebih merdu dari suara Siti Nurhaliza ketika bernyanyi. "Saya berharap Kepala Desa membersamai masyarakat untuk menolak pendirian PMKS," pintanya.
Koordinator ALIANG yang juga mahasiswa Kuantan Mudik, Ragil Erlangga menegaskan, bahwa pendirian pabrik minyak kelapa sawit yang akan didirikan di Desa Seberang Cengar sama sekali tidak menguntungkan masyarakat kecil Desa Seberang Cengar.
Menurut Ragil Erlangga, sebagaimana pemberitaan yang tayang di beberapa media bahwa sebelum rekomendasi pendirian PMKS itu dikeluarkan, pemerintahan desa telah mengundang sejumlah unsur yang meliputi Camat, Kepala Desa, Ketua BPD, Anggota BPD, Ninik Mamak, Babinsa, Babinkamtibmas, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan untuk hadir rapat sosialisasi pada hari Senin lalu.
Hasilnya, dari seluruh undangan yang hadir waktu itu mayoritas mereka menolak pendirian PMKS di dekat wilayah perkampungan tersebut. Artinya, masyarakat sudah tahu lebih banyak mudharat daripada manfaatnya dengan berdirinya PMKS ini. Sekali lagi kami sampaikan, kami menolak keras rencana pendirian PMKS," pungkasnya.***
Source: datariau.com