Sedangkan di prapid kedua lanjut James, Kejari Kuansing dikalahkan oleh hakim lagi. Dalam prapid tersebut, hakim prapid menyimpulkan bahwa kewenangan menghitung kerugian negara bukan penyidik tapi BPK dan BPKP. Dan pada saat itu jaksa penyidik sudah menghitung kerugian negara sebesar Rp.1,2 Milyar.
Tersangka dalam kasus perjalanan dinas fiktif BPKD saat itu Hendra AP alias Keken menang dalam memprapidkan Kejari Kuansing. Kejari dikalahkan Hakim dengan alasan yang intinya soal penghitungan kerugian negara harus dari BPK dan BPKP bukan dari penyidik.
''Akan tetapi semangat anti korupsi Kajari Hadiman tidak luntur. Bahkan selisih satu hari penyidik Kejari Kuansing kembali mengeluarkan Sprindik baru, walau sampai sekarang pihak Kejari belum menetapkan kembali tersangkanya karena pihak Kejari masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP perwakilan Riau sesuai pendapat hakim saat mengalahkan pihak Kejari di sidang prapidnya Keken,'' jelas James Bond lagi.
Nah untuk Prapid yang ketiga ini, sambung James, Kejari Kuansing kalah lagi dalam menetapkan tersangka Indra Agus Lukman. Namun berkas perkara pokok sudah dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum ke PN Tipikor Pekanbaru.
''Oleh karenanya status Indra Agus Lukman jadi kewenangan Mejelis hakim Tipikor Pekanbaru. Lalu berdasarkan informasi yang kita peroleh, sidang pertama pokok perkara yang seyogyanya berlangsung pada hari kamis tanggal 28 Oktober 2021 jam 10.00 WIB, ditunda karena hakim mendadak sakit dan ditunda lagi ke hari Selasa tanggal 9 Nopember 2021,'' tambah James.
Untuk itu James Bond kembali mengingatkan semua pihak agar tidak terlalu memperhatikan sisi dari Praperadilan saja. Akan tetapi James mengajak semua pihak di Kuansing untuk melihat secara jernih, efek yang dihadirkan oleh Hadiman selaku Kajari Kuansing dalam memerangi tindak korupsi di Kuansing secara keseluruhan.
''Bisa dibilang Kajari Hadiman merupakan simbol anti korupsi di Kuansing. Kita selaku anak muda saja bisa melihat efek yang dihadirkan Hadiman. Semua perangkat pemerintah si Kuansing sekarang, sudah sangat berhati-hati dalam mengelola keuangan daerah. Jika sudah hati-hati tentu bertanggung jawab dan semua berimbas ke pembangunan masyarakat yang berkualitas jauh dari praktik-praktik korupsi,'' pungkas James Bond.(ril)