Ikut menyaksikan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, dan Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi Aman Santosa.
Menurut Risa Effennita Rustam Bursa Efek Indonesia senantiasa melakukan upaya-upaya intensif melalui sosialisasi dan edukasi untuk memberikan pemahaman yang benar tentang investasi pasar modal dan mencegah terjadinya investasi bodong yang ada di masyarakat.
"Sebagaimana tujuan acara pada hari ini, yakni Pencanangan Program Literasi dan Inklusi Pasar Modal kepada 1000 Perempuan di Provinsi Riau adalah sebagai salah satu bentuk upaya kami untuk meningkatkan literasi pasar modal khususnya bagi kaum perempuan di Provinsi Riau," jelasnya.
Dia menambahkan, kaum perempuan mempunyai peran penting dalam melakukan pengelolaan keuangan keluarga atau manager keuangan dalam rumah tangga.
“If you educate a man you educate an individual, but if you educate a woman you educate a family (nation)” Dr. James Emmanuel Kwegyir-Aggrey (1875-1927).
"Sebait kalimat yang menginspirasi kami untuk terus melakukan literasi keuangan khususnya pasar modal kepada perempuan," katanya lagi.
Oleh karenanya, menurut Risa, kaum perempuan harus teredukasi dengan baik tentang bagaimana cara mengelola keuangan secara tepat, bagaimana mempersiapkan masa depan keluarga yang lebih baik dengan cara berinvestasi yang baik dan benar, serta memiliki pengetahuan dasar agar tidak mudah termakan dengan modus investasi illegal dengan atau penawaran investasi bodong yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
"Untuk itu, Bursa Efek Indonesia melalui Kantor Perwakilan BEI Riau bekerjasama dengan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Riau dan Pengurus Wilayah ‘Asyiyah Riau mengadakan program edukasi pasar modal secara berkelanjutan kepada 1.000 perempuan yang berada di Provinsi Riau," imbuhnya.***
Tag:
Bisnis
Bisnis
Pendidikan
Bisnis